Kenapa Harus Puasa Syawal ?
![]() |
| Kenapa Harus Puasa Syawal? |
Namun, Allah pasti telah menetapkan segala sesuatu dengan hikmah Nya. Saatnya melakukan hari-hari Syawal dengan puasa seperti semangatnya mengerjakan puasa Ramadhan. Apakah kamu sudah benar-benar berpuasa? Lakukan puasa syawal seperti melakukan puasa pada bulan Ramadhan.
Syawal baru berjalan satu pekan sehingga masih banyak kesempatan untuk mengamalkannya.
Berikut keutamaan puasa syawal :
Puasa syawal diibaratkan puasa setahun penuh. Puasa ini mempunyai keistimewaan bahwa melaksanakan puasa syawal seperti melakukan puasa setahun penuh. Seperti dalam sabda Rasulullah:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)
Juga sabda Rasulullah dari Tsauban :
مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)
“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)
Meraih Syafaat Rasulullah. Kelak akan mendapat syafaat dan dibersamakan dengan Rasulullah dalam Surga Nya. Sesuai dengan sabda Rasulullah , “Siapa yang menghidupkan sunahku maka sungguh ia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku, bersamku di surga”.(HR At Tirmidzi)
Puasa Enam Hari dibulan Syawal. Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari dibulan Syawal. Boleh secara berturut-turut ataupun tidak, karena dalam hal ini ada kelonggaran
Sesuai dengan Imam Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.”
Terdapat pengecualian kepada seseorang yang memiliki halangan seperti sakit, dalam keadaan nifas dan musafir sehingga tidak berpuasa Syawal maka diperbolehkan mengganti puasa Syawal di bulan Dzulqo’dah (Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 3/466)
Tunaikan Tanggungan Puasa Terlebih Dahulu. Seseorang yang memiliki tanggungan puasa Ramadhan lebih baik untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena perkara wajib lebih diutamakan daripada perkara sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan”. Jadi apabila memiliki tanggungan puasa Ramadhan maka harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal setahun penuh.
Apabila telah melaksanakan puasa Syawal tetapi tanggungan puasa Ramadhan belum ditunaikan, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa).
Oleh sebab itu, sebaiknya tunaikanlah puasa syawal agar kita termasuk orang-orang beriman dan selalu mengingat Allah.
Semoga Bermanfaat.




0 komentar